Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri Wisuda XX Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan di Gedung Serba Guna Sumekto Djajanegara, Jalan RS Haji Medan, Rabu (17/10/2018). (reporter88.com/istimewa)

Medan, reporter88.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata. SMK itu untuk mendukung pariwisata Danau Toba. Selain itu, lulusan SMK itu nantinya diharapkan bisa mengembangkan potensi parwisata yang ada di Sumut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, ketika dia bersama Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menghadiri acara Wisuda XX Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan di Gedung Serba Guna Sumekto Djajanegara, Jalan RS Haji Medan, Rabu (17/10/2018).

“Sehingga masyarakat setempat daerah wisata bisa betul betul mengelola daerahnya sendiri. Jangan sampai menjadi pembantu di rumah sendiri. Lulusan pariwisata harus bisa mengelola potensi daerahnya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Sumut kata Musa Rajekshah, akan berupaya menambah lapangan pekerjaan, khususnya di sektor pariwisata. Penambahan lapangan pekerjaan itu, antara lain dengan mempermudah investor yang akan menanam investasi di sektor wisata, seperti hotel dan lainnya.

“Masyarakat juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dengan berwirausaha. Bank Sumut ke depan juga bisa memberikan kredit untuk usaha kecil dan menegah, supaya bisa tumbuh dan berkembang di Sumut,” kata Ijeck, sapaan akrab Wagub Sumut itu.

Kepada Menpar, Ijeck mengharapkan agar potensi wisata Sumut lain juga dikembangkan dan promosikan. “Kami mohon dukungannya ke depan, kita punya Bahorok yang habitat orang utan terbesar di dunia, Nias dengan lokasi surfing terbaik kedua di dunia, di Asahan arung jeram yang pernah diadakan even internasional di sana,” paparnya

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan untuk mempercepat pengembangan pariwisata di Sumut, pemerintah pusat akan menuntaskan pembangunan fasilitas dasar pendukung Danau Toba sebagai destinasi prioritas Indonesia dan menjadi kawasan Unesco Global Geopark pada tahun 2019. “Semua utilitas dan fasilitas dasar seperti fasilias jalan, air, listrik, dan internet di kawasan Danau Toba ditargetkan selesai tahun 2019,” kata Menpar.

Menurut menteri, pemerintah juga akan membangun infrastruktur pendukung lainnya, seperti bangunan-bangunan yang dapat diselesaikan dalam jangka pendek. “Kita mau membangun nomadic tourism, seperti namanya dia nomadic atau berpindah pindah, di sana akan ada hotel caravan pertama di Indonesia, homepod, serta homestay,” ungkapnya.

Rencananya, lanjut menteri, berbagai bangunan dan fasilitas tersebut akan dimulai pembangunannya pada tahun 2019. “Saya tidak janji akan selesai tahun 2019, tapi akan digroundbreaking tahun 2019,” kata Arief, seraya mengharapkan seluruh kepala daerah di kawasan Danau Toba untuk kompak mendukung upaya percepatan pembangunan kawasan Danau Toba yang terus dilakukan pemerintah pusat.

Kepada para wisudawan, Arief meminta agar tidak minder atau rendah diri menjadi mahasiswa parawisata. Apalagi, parawisata Indonesia saat ini merupakan leading sector yang diprioritaskan pemerintah, selain sektor pertanian dan perikanan. “Jangan minder, kamu berada di industri paling tinggi di Indonesia saat ini,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Politeknik Pariwisata Medan Anwari Masatip mengatakan, pada wisuda ke XX ini, diwisuda 317 mahasiswa yang terdiri dari 31 mahasiswa D4 dan 286 mahasiswa D3. Sekitar 77 persen wisudawan telah bekerja di sektor pariwisata. “Sisanya sedang menunggu proses panggilan kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, juga diresmikan gedung baru Poltekpar Medan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Gedung yang digunakan untuk kantor, perpustakaan dan perkuliahan itu diberi nama Alm Raja Inal Siregar. (roben)

Loading...