Proses pengerjaan pengaspalan jalan protokol di Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah.

Sei Rampah, reporter88.com – LSM Economi Social Control (Ecosoc) Indonesia menuding proyek pembangunan ruas jalan di Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah, yang dikerjakan oleh PT Ganda Rima Sari telah dilakukan perubahan kontrak atau Contract Canger Order (CCO).

Sekretaris Ecosoc Indonesia Sarlim Sipayung, menuding ada permainan dibalik pekerjaan proyek jalan Desa Sei Rejo. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp3 miliar lebih tersebut, diragukan kualitasnya.

“Kita menduga, ada permainan dalam pengerjaan proyek pembangunan ruas jalan di Desa Sei Rejo tersebut, kenapa proyek itu harus di CCO kan oleh Dinas PUPR, ini jelas menjadi pertanyaan besar bagi kita,” ungkap Sarlim Sipayung, Selasa (23/10/2018).

Menurut Sarlem, seharusnya sebelum melakukan penawaran saat mengikuti proses tender, pihak pemborong atau rekanan terlebih dahulu melakukan survey ke lapangan. Jangan begitu selesai tender, proyek tersebut kemudian di CCO kan.

“Bagi kita, inikan aneh, apa sebelumnya pihak rekanan tidak melakukan survey terlebih duhulu, dan langsung melakukan penawaran,” ujarnya.

Atas terjadinya CCO pada pekerjaan tersebut, LSM Ecosoc Indonesia juga menduga bahwa pihak rekanan pada proyek pekerjaan jalan di Desa Sei Rejo sepanjang 2080 Meter tersebut hanya mendapatkan untung tipis sehingga pekerjaan tersebut dilakukan CCO oleh Dinas terkait.

Sebab, dari puluhan proyek yang ditenderkan oleh Dinas PUPR pada tahun 2018 ini, pada proyek jalan di Desa Sei Rejo inilah penawar terendah dimenangkan. Pihak rekanan berani menawar sekitar 7 persen dari nilai pagu Rp3,36 miliar menjadi Rp3,1 miliar.

“Kita menduga pihak rekanan mendapatkan untuk sedikit sehingga dilakukan CCO. Karena dalam proyek ini, pihak rekanan terlalu berani menawar hingga 7 persen. Biasanya, dari pengalaman pengalaman sebelumnya, pihak rekanan hanya berani menawar 1-2 persen dari nilai proyek yang ditenderkan,” bilang Sarlem.

Informasi yang diperoleh, sejumlah pekerjaan yang di CCO kan dalam proyek jalan di Desa Sei Rejo tersebut diantaranya yakni panjang pekerjaan dari sebelumnya sepanjang 2082 meter diubah menjadi 1757 meter, kemudian pekerjaan menutupi lobang menggunakan Campuran Aspal Panas (CAP) dirubah menjadi hamparan beskos.

Anehnya lagi, pekerjaan tersebut menurut informasi dari Dinas PUPR telah beberapa kali sub kontrakkan, bahkan pihak Dinas PUPR juga mengaku telah melayang surat teguran ke pihak PT Ganda Rima Sari selaku pemenang tender pekerjaan jalan Desa Sei Rejo, mulai dari Pajak Sei Rampah hingga batas Kecamatan.

Hal itupun dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Hendra Kaman Hutapea saat dikonfirmasi di kantornya di Sei Rampah beberapa waktu lalu. Menurut Hendra Kaman, dilakukan CCO, lantaran terjadi kerusakan yang cukup parah pada jalan tersebut.

“Benar, kita lakukan CCO pada pekerjaan tersebut. Hal itu dilakukan karena kondisi jalan sejak disurvey sampai proses tender hingga ditetapkan pemenangnya terjadi kerusakan yang cukup parah pada jalan tersebut, jadi mau tak mau harus dilakukan CCO,” ujar Hendra Kaman.

Saat disinggung apakah proyek tersebut di CCO kan dikarenakan pihak rekanan mendapatkan untung sedikit, Hendra Kaman selaku PPK dalam pryek tersebut langsung menampiknya. Bahkan Hendra Kaman mengaku dilakukan CCO tersebut sudah diketahui oleh Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Sergai.

“Ah, gak bener itu, CCO itu kita lakukan setelah dilakukan survey kelapangan bersama pihak rekanan, dan hal itu juga sudah diketahui oleh TP4D,” kilahnya. (Budi Wijaya).

Loading...