Akhir Pekan, Rupiah Menguat dan IHSG Stabil.

Medan, reporter88.com – Tekanan pasar keuangan pada perdagangan hari ini Kamis (13/9/2018) mulai mereda setelah pemberitaan negosiasi China dan AS memberikan harapan bagi investor.

Sebelumnya, pada perdagangan kemarin pasar keuangan dilanda pelemahan yang cukup signifikan akibat krisis ekonomi yang menyerang berapa negara seperti Turki dan Argentina ditambah lagi perang dagang China dan AS yang kembali memanas.

“Perdagangan saham di bursa Asia hari ini kembali cerah dimana rilis data ekonomi di beberapa negara di Asia mulai membaik. Indeks Hangseng menguat cukup kuat sebesar 2,5%, shanghai menguat 1,14%, Nikkei menguat 0,9%, dan Thailand Stock Exchange menguat 2%,” ucap Benjamin Gunawan pengamat ekonomi di Sumut.

IHSG perdagangan hari ini berada di teritori positif dengan penguatan 60 Basis poin atau menguat 1% di level 5.858 level tertinggi IHSG berada di level 5.865 dan terendah berada di level 5.834.

“Nilai transaksi saham hari ini memang tergolong lebih sedikit dari biasanya, namun demikian hal ini menyebabkan IHSG dapat cepat terangkat dan sempat menguat di level 5.865,” katanya.

Dari dalam negeri, pemerintah saat ini masih berupaya menjalin kerjasama dengan sejumlah negara untuk terus menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Saat ini, kerjasama Indonesia –China dan Indonesia-Korea Selatan terus diupayakan memberikan peluang dan keuntungan yang besar bagi kedua pihak.

Disamping itu, tak hanya IHSG yang mengalami penguatan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hari ini juga kembali menguat. Dimana Rupiah berada di kisaran Rp14.787. Diharapkan penguatan Rupiah terhadap dolar AS ini terus berlanjut dan kembali stabil.

Disisi lain guna menanggulangi defisit APBN 2018, pemerintah akan kembali menerbitkan Surat Utang Negara (SUN). Target pemerintah dalam memenuhi defisit APBN 2018 ini masih cukup besar dimana pemerintah minimalnya harus mencari dana Rp.150 Triliun untuk menutupi defisit hingga 31 Agustus 2018.

“Pergelaran SUN di Indonesia masih sangat diminati baik investor lokal maupun luar negeri. Hal ini menandakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih tergolong aman sehingga diminati oleh kalangan investor. Penerbitan SUN secara berkala ini memang merupakan salah satu solusi untuk menutupi defisit APBN dan pembiayaan negara,” katanya. (azmi)

Loading...