Ilustrasi nilai rupiah naik. (reporter88/istimewa).

Medan, reporter88.com – Perlahan, pasar keuangan nasional mulai menunjukan pembalikan arah. Kinerja mata uang rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Jumat (7/9/2019) mengalami penguatan. Baik rupiah dan IHSG sama-sama mengalami penguatan setelah sebelumnya sempat tertekan.

Rupiah yang sempat menembus level 15 ribu per US Dolar, sempat membuat IHSG terjungkal hingga 4.7%. Pada hari ini, IHSG ditutup menguat di level 5.851,465. Sementara itu, mata uang Rupiah diperdagangkan menguat dikisaran 14.815 di penutupan perdagangan sore ini.

Walau demikian rentang perdagangan US Dolar terhadap Rupiah sangat lebar sekali pada hari ini. Rupiah diperdagangkan dalam rentang 14.815 hingga 14.890 per US Dolarnya.

Meski demikian secara keseluruhan posisi mata uang rupiah sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya yang sempat tertekan di level psikologis 15 ribu per US Dolar.

“Dengan pelemahan ini, pemerintah masih bersikap untuk tidak menaikkan harga BBM. Dan dipastikan beban subsidi mengalami kenaikan,” ucap Benjamin Gunawan pengamat ekonomi Sumut.

Menurutnya, kinerja US Dolar index yang tidak begitu baik menjadi salah satu pemicu penguatan Rupiah pada perdagangan hari ini. USD Index melemah di level 94.99 dari posisi sebelumnya di level 95.68. Penguatan kinerja pasar keuangan saat ini juga tidak terlepas dari aksi beli pelaku pasar setelah IHSG sebelumnya masuk ke area jenuh jual.

“Saham-saham sektor Misc-Industri, Consumer, Manufaktur mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Kenaikannya sebesar 4.4%, 2.3% dan 2.6%. Meski demikian masih ada sejumlah tantangan dimana secara terang-terangan Donald Trump akan memasukan Jepang sebagai negara yang dijadikan target perang dagang selanjutnya,” katanya. (azmi)

Loading...